Kamis, 08 Maret 2012

Laporan Zoologi - Serangga



KATA PENGANTAR

            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan kehadiratnya sehingga penulisan laporan praktikum lapangan zoology ini dapat diselesaikan.
            Hasil laporan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam rangka perbaikan kwalitas proses belajar mengajar di bidang pendidikan
            Selanjutnya penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu ,co.asisten ,keluarga dan teman-teman yang telah memberikan banyak bantuan ,baik bersifat moril maupun materil.
            Perlu penulis sampaikan bahwa laporan praktikum lapangan zoologi ini tidak luput dari kekeliruan dan kekurangan .Karena itu penulis sangat mengharapkan dan menghargai pikiran ,kritikan atau saran dari semua pihak.akhir kata ,semoga laporan praktikum lapangan zoology ini dapat bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia pada umumnya ,Peningkatan kwalitas pembelajaran mata kuliyah penantar pendidikan khususnya.



                                                                                    Pancor,7 Januari 2010

                                                                                    (Penyusun)












DAFTAR ISI

Halaman Judul  .............................................................................................................
Kata Pengantar  ............................................................................................................i
DAFTAR ISI ...............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN  ..........................................................................................1
1.1  Latar Belakang  .....................................................................................................1
1.2  Tujuan Praktikum  .................................................................................................4
1.3  Manfaat  ................................................................................................................4
BAB II METODE  ......................................................................................................5
2.1 Pelaksanaan Praktikum .........................................................................................5
2.2 Prosedur Kerja  .....................................................................................................5
2.3 Hasil Pengamatan  .................................................................................................6
2.4 Analisis Data  ........................................................................................................7
BAB III  PEMBAHASAN  .........................................................................................8
BAB IV PENUTUP  ...................................................................................................12
4.1 Kesimpulan ...........................................................................................................12
4.2 Kritik dan Saran ....................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA  ................................................................................................13

















BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

                        Zoologi merupakan salah satu cabang biolobi yang khusus membahas tentang hewan dan kadang-kadang disebut biologi hewan,sedang biologi yang membahas tentang tumbuhan disebut botani dan kadang – kadang disebut biologi tumbuhan.
                        Zoologi sebagai cabang biologi ,dan biologi merupakan salah satu ekspresi sains,maka dalam pengembangan zoology atau pemecahan masalah zoology menggunakan metode ilmiah.
             Semua hewan yang ada di muka bumi ini berasal dari hewan-hewan pada zaman Archeozoinum yang terdapat dalam air.Hal ini dapat kita lihat dari fosil-fosil yang kita jumpai,sebagian dari hewan tersebut dalam perkembangannya pindah ke darat ,tapi sebagian tetap dalam air,misalnya beberapa kelompok coelenterata dan hampir semua filum echinodermata masih di dalam air laut.
            Habitat invertebrate meliputi air,maupun darat dengan ukuran tubuh yang bermacam-macam.Disamping hidup bebas,beberapa di antaranya termasuk protozoa, cacing dan arthropoda hidupsecara parasit.
            Arthropoda merupakan filum terbesar dari kingdom animalia.Jumlah spesies dalam arthropoda lebih banyak daripada semua spesies dari filum lain.Arthropoda merupakan hewan yang dominant dalam dunia ini. Hewan-hewan yang masuk dalam filum ini antara lain:udang,insecta,scorpio(kalajengking).adapun cirri-ciri umum dariarthropoda yaitu mempunyai anggota yang beruas,tubuhnya bilateral simetris terdiri atas sejumlah ruas-ruas,tubuh di bungkus oleh zat chitin sehingga merupakan eksoskleton (rangka luar),biasanya ruas-ruas terdapat bagian-bagian yang tidak berchitine sehingga ruas-ruas tersebut mudah digerakkan,system saraf tangga tali,coelom pada hewan dewasa adalah kecil dan merupakan satu rongga berisi darah dan disebut haemocoel.

            Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda. Arthropoda dianggap berkerabat dekat dengan Annelida, contohnya adalah Peripetus di Afrika Selatan.
      Dibagi menjadi  kelas :
1.      Crustacea
                        Tubuhnya terdiri dari sefalotoraks dan abdomen, yang terlindung oleh rangka luar             yang keras. Umumnya hidup di perairan.



Gbr. Struktur Tubuh Crustacea

           
            Terdiri dari dua kelompok besar
1
Entomostraka Þ crustacea miroskopik; hidup sebagai zooplankton. Meliputi ordo Branchiopoda, Ostrcoda, Branchiura Þ parasit, Copepoda Þ parasit beberapa ikan dan Cirripedia, misalnya : Daphnia sp. dan Mesocyclops sp.
2
Malakostraka Þ crustacea tingkat tinggi; makroskopik.
Meliputi ordo Isopoda, Stomatopoda dan Dekapoda yang memiliki nilai ekonorni bagi manusia,
misalnya : Portunus sexdentatus (kepiting) dan Penaeus monodon (udang windu).
2.      Arachnida
                        Tubuh terdiri dari sefalotoraks dan abdomen. Bernafas dengan paru-paru             buku/paru-paru bersegmen, berkaki delapan (4 pasang).
            Dibagi menjadi beberapa ordo :
·         Arachnoidea (kelompok laba-laba)
         Misalnya:
- Heteropoda venatoria (laba-laba pemburu)
- Nephila maculata (kemlandingan)
- Latrodectus mactans (laba-laba janda hitam Þ beracun dan
sengatannya dapat mematikan)
- Argiope aurantina (laba-laba kebun)
·          Scorpionida (kelompok kalajengking)
-
Segmen terakhir abdomen merupakan kelenjar racun Þ Telson
- Pada mulut terdapat alat pencapit seperti catut Þ Pedipalpus, dan
semacam gigi Þ Kelisera
Misalnya:
Thelyphonus condutus (kalajengking)
Chelifer cancroides (kala yang hidup di tumpukan buku-buku)
Mastigoproctus giganteus (kalajengking raksasa)

1.2.Tujuan Praktikum
1.Mengenal beberapa anggota arthropoda
2.Mampu mengidentifikasi beberapa anggota arthropoda
3.Menentukan keanekaragaman beberapa anggota arthropoda

1.3.Manfaat
                  Sesuai dengan tujuan praktikum yang kami lakukan dalam praktikum ini,manfaat yang kami peroleh yaitu kami dapat mengenal beberapa anggota arthropoda,mampu mengidentifikasi beberapa anggota arthropoda ,selain itu juga kami dapat mengetahui sejauh mana indeks keanekaragaman arthropoda yang kami teliti pada praktikum lapangan zoologi invertebrata.






























BAB II
METODE

2.1 Pelaksanaan Praktikum
                        Praktikum lapangan ini diambil di sekitar lapangan MINW I Pancor.Pengambilan sampel dilakukan pada sore hari dan pagi hari.

2.2.Prosedur Kerja
  1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan seperti : Fitfaal,Detergen,Penyaring,dan Alat tulis.
  2. Membuat larutan detergen(tidak terlalu pekat dan tidak terlalu encer)
  3. Fitfaal diisi dengan larutan detergen (batas larutan detergen hingga ¾ gelas)
  4. Lubang dibuat pada tanah sesuai dengan ukuran fitfaal
  5. Fitfaal ditanam dengan ujung atas sejajar dengan tanah
  6. Pemasangan fitfaal dilakukan dua kali yaitu pada pagi dan sore hari
  7. setelah 12 jam,sampel serangga(arthropoda) tersebut disaring
  8. Sampel serangga yang kami peroleh tersebut kemudian diidentifikasi,kemudian dimasukkan ke dalam tabel hasil pengamatan untuk dianalisis dengan tujuan mendapatkan hasil indeks keanekaragaman.









2.3.Hasil Pengamatan

TABEL I (Serangga Malam)

no
spesies
perangkap
ni
pi
ln pi
pi. Ln pi
1
2
3
4
5
6
7
8
1
semut
0
0
1
0
1
0
0
0
2
0.1
-2.3
-0.23
2
tereset
0
1
0
3
0
1
5
4
14
0.7
-0.36
-0.25
3
ulat
0
0
1
0
0
0
0
0
1
0.05
-3
-0.15
4
anak jangkrik
0
0
0
0
1
0
0
0
1
0.05
-3
-0.15
5
nyamuk
1
0
0
0
0
1
0
0
2
0.1
-2.3
-0.23

Jumlah 
1
1
2
3
2
2
5
4
20
1
-11
-1.01




TABEL II(Serangga Siang)

no
spesies
perangkap
ni
pi
ln pi
pi. Ln pi
1
2
3
4
5
6
7
8
1
semut
1
0
0
1
0
0
0
0
2
0.017
-4.06
-0.07
2
tereset
15
6
2
2
8
30
17
16
96
0.828
-0.19
-0.157
3
nyamuk
0
1
0
0
0
0
0
0
1
0.009
-4.75
-0.041
4
lalat
0
1
0
0
0
0
0
0
1
0.009
-4.75
-0.041
5
si kuning
0
2
0
0
1
1
12
0
16
0.138
-1.98
-0.273

Jumlah 
16
10
2
3
9
31
29
16
116
1
-15.7
-0.582





           
                       



2.4.Analisis Data

           







































BAB III
        PEMBAHASAN

               Pada praktikum lapangan zoologi invartebrata yang bertempat disekitar Kebun MINW 1 Pancor ini,kami mendapatkan hasil serangga malam yaitu yang disebut sebagai Tereset istilah lomboknya dan nama ilmiahnya Araneae,kemudian ada semut Hitam ( Dolichoderus ), Anak Jangkrik,dan Ulat.
               Araneae (Tereset) merupakan hewan Arthropoda yang merupakan jenis hewan berbuku-buku dengan dua segmen tubuh,empat pasang kaki,tidak bersayap dan tidak memiliki mulut pengunyah.  Tubuh semut terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala, mesosoma (dada), dan metasoma (perut).Morfologi semut cukup jelas dibandingkan dengan serangga lain yang juga memiliki antena, kelenjar metapleural, dan bagian perut kedua yang berhubungan ke tangkai semut membentuk pinggang sempit (pedunkel) di antara mesosoma (bagian rongga dada dan daerah perut) dan metasoma (perut yang kurang abdominal segmen dalam petiole). Petiole yang dapat dibentuk oleh satu atau dua node (hanya yang kedua, atau yang kedua dan ketiga abdominal segmen ini bisa terwujud).
            Tubuh Semut, seperti serangga lainnya, memiliki eksoskeleton atau kerangka luar yang memberikan perlindungan dan juga sebagai tempat menempelnya otot, berbeda dengan kerangka manusia dan hewan bertulang belakang. Serangga tidak memiliki paru-paru, tetapi mereka memiliki lubang-lubang pernapasan di bagian dada bernama spirakel untuk sirkulasi udara dalam sistem respirasi mereka. Serangga juga tidak memiliki sistem peredaran darah tertutup. Sebagai gantinya, mereka memiliki saluran berbentuk panjang dan tipis di sepanjang bagian atas tubuhnya yang disebut "aorta punggung" yang fungsinya mirip dengan jantung. sistem saraf semut terdiri dari sebuah semacam otot saraf ventral yang berada di sepanjang tubuhnya, dengan beberapa buah ganglion dan cabang yang berhubungan dengan setiap bagian dalam tubuhnya.Pada kepala semut terdapat banyak organ sensor. Semut, layaknya serangga lainnya, memiliki mata majemuk yang terdiri dari kumpulan lensa mata yang lebih kecil dan tergabung untuk mendeteksi gerakan dengan sangat baik. Mereka juga punya tiga oselus di bagian puncak kepalanya untuk mendeteksi perubahan cahaya dan polarisasi.Kebanyakan semut umumnya memiliki penglihatan yang buruk, bahkan beberapa jenis dari mereka buta. Namun, beberapa spesies semut, semisal semut bulldog Australia, memiliki penglihatan yang baik. Pada kepalanya juga terdapat sepasang antena yang membantu semut mendeteksi rangsangan kimiawi. Antena semut juga digunakan untuk berkomunikasi satu sama lain dan mendeteksi feromon yang dikeluarkan oleh semut lain. Selain itu, antena semut juga berguna sebagai alat peraba untuk mendeteksi segala sesuatu yang berada di depannya. Pada bagian depan kepala semut juga terdapat sepasang rahang atau mandibula yang digunakan untuk membawa makanan, memanipulasi objek, membangun sarang, dan untuk pertahanan. Pada beberapa spesies, di bagian dalam mulutnya terdapat semacam kantung kecil untuk menyimpan makanan untuk sementara waktu sebelum dipindahkan ke semut lain atau larvanya.Di bagian dada semut terdapat tiga pasang kaki dan di ujung setiap kakinya terdapat semacam cakar kecil yang membantunya memanjat dan berpijak pada permukaan. Sebagian besar semut jantan dan betina calon ratu memiliki sayap. Namun, setelah kawin betina akan menanggalkan sayapnya dan menjadi ratu semut yang tidak bersayap. Semut pekerja dan prajurit tidak memiliki sayap.Di bagian metasoma (perut) semut terdapat banyak organ dalam yang penting, termasuk organ reproduksi. Beberapa spesies semut juga memiliki sengat yang terhubung dengan semacam kelenjar beracun untuk melumpuhkan mangsa dan melindungi sarangnya. Spesies semut seperti Formica yessensis memiliki kelenjar penghasil asam semut yang bisa disemprotkan ke arah musuh untuk pertahanan.
                        Nyamuk adalah serangga tergolong dalam order Diptera; genera termasuk Anopheles, Culex, Psorophora, Ochlerotatus, Aedes, Sabethes, Wyeomyia, Culiseta, dan Haemagoggus untuk jumlah keseluruhan sekitar 35 genera yang   merangkum 2700 spesies. Nyamuk mempunyai dua sayap bersisik, tubuh yang langsing, dan enam kaki panjang; antarspesies berbeda-beda tetapi jarang sekali         melebihi 15 mm.Dalam bahasa Inggris, nyamuk dikenal sebagai "Mosquito", berasal dari sebuah kata dalam bahasa Spanyol atau bahasa Portugis yang berarti lalat kecil. Penggunaan kata Mosquito bermula sejak tahun 1583. Di Britania Raya nyamuk dikenal sebagai gnats.
                        Pada nyamuk betina, bagian mulutnya membentuk probosis panjang untuk menembus kulit mamalia (atau dalam sebagian kasus burung atau juga reptilia dan amfibi untuk menghisap darah. Nyamuk betina memerlukan protein untuk pembentukan telur dan oleh karena diet nyamuk terdiri dari madu dan jus buah, yang tidak mengandung protein, kebanyakan nyamuk betina perlu menghisap darah untuk mendapatkan protein yang diperlukan. Nyamuk jantan berbeda dengan nyamuk betina, dengan bagian mulut yang tidak sesuai untuk menghisap darah. Agak rumit nyamuk betina dari satu genus, Toxorhynchites, tidak pernah menghisap darah. Larva nyamuk besar ini merupakan pemangsa jentik-jentik nyamuk yang lain.
                        Nilai Indeks Keanekaragaman serangga berkisar antara 1,5 – 3,5.Nilai < 1,5 menunjukkan aiandeks Keanekaragaman yang rendah,nilai yang berkisar antara 1,5-3,5 menunjukkan Indeks Keanekaragaman sedang,dan nilai > 3,5 menunjukkan Indeks Keanekaragaman tiggi.
               Pada praktikum yang kami lakukan sedikit sekali serangga yang kami temukan pada serangga malam .Hal ini di sebabkan karena lokasi praktikum kami tidak cukup memadai sebagai habitat serangga pada umumnya dan cuaca yang tidak kondusif  sehigga hasil yang kami peroleh yaitu menunjukkan indeks keanekaragaman yang rendah.Pada serangga malam pada perangkap 1, kami hanya mendapatkan 1 macam serangga yaitu Nyamuk sebanyak satu ekor.Pada perangkap ke-2 kami mendapatkan 1 ekor Ulat.Pada perangkap ke-3 kami mendapatkan 1 ekor Semut  dan Ulat.Pada perangap ke-4 kami mendapatkan hanya 3 ekor Araneae dan pada perangkap ke-5 kami mendapatkan 1 ekor Semut dan Anak Jangkrik. Pada perangap ke-6 kami mendapatkan 1 ekor ulat dan Nyamuk. Pada perangap ke-7 kami mendapatkan 5 ekor Araneae.Dan Pada perangap ke-8 kami mendapatkan 4 ekor Araneae. Dari data di atas maka kami mendapatkan 20 ekor serangga dengan 5 species serangga.Kemudian dalam analisis data,kami memperoleh indeks keanekaragaman yang rendah.Karena kami memperoleh Indeks Keanakaragaman sebesar 1,01.
                        Kemudian pada Praktikum zoologi invertebrata pada lokasi yang sama tetapi pada waktu yang berbeda yaitu pada pagi hari sampai sore hari ,dengan tujuan untuk mendapatkan serangga siang.Pada praktikum ini kami memperoleh 116 ekor serangga dengan 5 species serangga. Yaitu Pada perangap ke-1 kami mendapatkan 1 ekor semut dan 15 ekor Araneae. Pada perangap ke-2  kami mendapatkan 1 ekor Nyamuk,6 ekor Araneae,1 ekor Lalat,dan 2 ekor Si Kuning (serangga yang tidak bersayap). Pada perangap ke-3  kami mendapatkan 2 ekor Araneae saja. Pada perangap ke-4  kami mendapatkan 2 ekor Araneae dan 1 ekor Semut. Pada perangap ke-5  kami mendapatkan 1 ekor Si Kuning (Serangga tidak Bersayap) dan 8 ekor Araneae. Pada perangap ke-6  kami mendapatkan  1 ekor Si Kuning (Serangga tidak Bersayap) dan 30 ekor Araneae. Pada perangap ke-7  kami mendapatkan   12 ekor Si Kuning (Serangga tidak Bersayap) dan 17 ekor Araneae.Dan Pada perangap ke-8  kami mendapatkan 16 ekor Araneae.  Sehingga  dalam analisis data,kami memperoleh indeks keanekaragaman yang rendah.Karena kami memperoleh Indeks Keanakaragaman sebesar 0,582.










BAB IV
   PENUTUP


4.1     Kesimpulan
            Dalam praktikum ini dengan tujuan mengenal beberapa anggota arthropoda,mampu mengidentifikasi beberapa anggota arthropoda ,serta mengetahui sejauh mana indeks keanekaragaman arthropoda (jenis Serangga) yang kami teliti pada praktikum lapangan zoologi invertebrata ( Di Kebun  MINW 1 Pancor ) kami dapat simpulkan bahwa ada beberapa species yang terdapat di Sekitar Kebun MINW 1 Pancor di antaranya Tereset istilah lomboknya dan nama ilmiahnya Araneae,kemudian ada semut Hitam ( Dolichoderus ),Si Kuning (Serangga Tidak Bersayap) Anak Jangkrik,dan Ulat yang mempunyai struktur Morfologi dan Anatomi yang berbeda – beda.Dan dalam praktikun ini kami juga memperoleh Indeks Keanekaragaman yang rendah (baik pada praktikum untuk mendapatkan sampel atau serangga malam maupun serangga siang ).karena dalam analisis data kami memperoleh Indeks Keanekaragaman  < 1,5. Hal ini disebabkan karena lokasi praktikum kami tidak cukup memadai sebagai habitat serangga pada umumnya dan cuaca yang tidak kondusif  sehigga hasil yang kami peroleh yaitu menunjukkan indeks keanekaragaman yang rendah

4.2     Kritik dan Saran
                   Dalam melakukan Praktikum lapangan sebaiknya disesuikan dengan situasi dan kondisi yang mendukung serta perlengkapan dan kekompakan dari peserta praktikum agar hasil yang diperoleh baik.





DAFTAR PUSTAKA

Anonim,2009,http://aland-nr.blogspot.com.inventarisasi-dan-klasifikasi-hewan.html


4 komentar: